Tanjung Batu Kundur Kepri Punya Cerita -->
Cari Berita

Tanjung Batu Kundur Kepri Punya Cerita

Wisatabos
Saturday, February 2, 2019



Tanjung Batu Kundur Kepri  wisatabos.com




Masjid Besar Kundur



WisataBos.com Jalan Jalan setiap wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau kundur tanjung Batu atau kecamatan kundur pasti menanyakan apa saja sejarah yang ada di pulau Kundur dan tempat wisata apa saja ,sejarah apa di pulau kundur dan kuliner apa yang ada di pulau kundur ?
Tanjung Batu Tempo Dulu


bersama wisatabos.com Sekilas cerita Tanjung Batu Kundur karimun kurun waktu 1722-1784, berada di dalam kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga tempo dulu dan pada masa itu, terutama Kundur dikenal sebagai penghasil gambir yang mendunia dan hampir setiap masarakat pulau kundur mempunyai pohon cengkeh dan penghasil tambang (seperti : timah, granit, dll) dan Kundur berkembang menjadi daerah perdagangan serta mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ali Haji Kerajaan Riau-Lingga tempo dulu.

Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, Kerajaan Riau-Lingga dengan kesepakatan dan Kerajaan Melayu dilebur menjadi satu sehingga semakin kuat dengan wilayah kekuasaan yang terdiri dari bagian meliputi Kepulauan Riau, daerah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir. Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai District Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder District Thoarden untuk daerah yang agak kecil. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau-Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah karesidenan yang dibagi menjadi 2 (dua) Afdelling, yaitu : Afdelling Tanjungpinang dan Afdelling Indragiri bersumber dari sejarah Profil Kabupaten Karimun https://karimunkab.go.id/.

Berdasarkan Surat Keputusan delegasi Republik Indonesia, provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1950 No. 9/Deprt. menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia dan Kepulauan Riau diberi status daerah Otonom Tingkat II yang dikepalai oleh Bupati sebagai kepala daerah dengan membawahi 4 (empat) kawedanan sebagai berikut :
  1. Kawedanan Tanjungpinang meliputi wilayah Kecamatan Bintan Selatan
  2. Kawedanan Karimun meliputi wilayah Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro
  3. Kawedanan Lingga meliputi wilayah Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang
  4. Kawedanan Pulau Tujuh meliputi wilayah Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan No. 26/K/1965 dengan mempedomani Instruksi Gubernur Riau tanggal 10 Februari 1964 No. 524/A/1964 dan Instruksi No. 16/V/1964 dan Surat Keputusan Gubernur Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP/247/5/1965, tanggal 15 November 1965 No. UP/256/5/1965 menetapkan terhitung mulai 1 Januari 1966 semua daerah Administratif kawedanan dalam kabupaten Kepulauan Riau dihapuskan.

Pada tahun 1999, berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999 Kabupaten Kepulauan Riau dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Natuna. Akhirnya, Karimun diresmikan sebagai kabupaten yang berdiri sendiri dengan terdiri dari 3 (tiga) wilayah kecamatan, 6 (enam) kelurahan, dan 24 (dua puluh empat) desa.

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2001, Kabupaten Karimun dimekarkan menjadi 7 (tujuh) wilayah kecamatan dengan 19 (sembilan belas) kelurahan dan 25 (dua puluh lima) desa. Setelah itu Karimun mengalami pemekaran menjadi 9 kecamatan dengan 22 (duapuluh dua) kelurahan dan 32 (tigapuluh dua) desa.

Kemudian pada Tahun 2012, berdasarkan Perda No. 02 Tahun 2012, bulan Juli 2012, wilayah Kabupeten Karimun kembali mekar menjadi 12 (dua belas) kecamatan, dengan 42 (empat puluh dua) desa dan 29 (dua puluh sembilan) kelurahan.

Asal-usul nama Tanjung Batu 

Tanjung Batu mempakan ibukota Kecamatan Kundur. Nama Tanjung batu bermula dan suatu wulayah di ujung pulau yang berupa sebuah tanjung (tanah yang menjomk kelaut). Tanjung tersebut dipenuh; hamparan batu yang besar dan tinggi melebihi rumah. Sebagian masyarakat menyebut batu tersebut sebagai batu tungku. Hal ini dikarenakan bentuknya yang sangat menyerupai tungku.

Tempat ini pada masa dahulu menjadi petunjuk bagi para pelayar (pelaut) untuk masuk ke pelabuhan yang terletelak ditengah pulau. Jadi, tanjung yang dipenuhu bebatuan tersebut pada awalnya berfungsi sebagai navngasu pelayaran dari dan ke pulau Kundur.

Sekilas Cerita WisataBos

Tanjung Batu Kundur Merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kecamatan Kundur, pada waktu itu  kecamatan kundur hanya satu kecamatan tapi saat ini setelah pemekaran kundur pada waktu itu kini menjadi lima Kecamatan ,Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Penduduknya sebagian besar di dominasi oleh suku melayu dan beranekaragaman suku bahasa. Dan bahasanya pun tak jauh berbeda dengan Malaysia salahsatunya karena memang jaraknya dengan negeri jiran tersebut tak begitu jauh jauh sekalnegri serumpun kata mereka.

Cukup ditempuh kurun waktu satu setengah jam dari karimun dengan menggunakan ferry maka sampailah ke negaranya yg terkenal dan amat sangat maju yaitu singapore dan Malaysia, Pulau Kundur sangat terkenal dengan buah duriannya yang khas yang lebih dikenal dengan Durian Tanjung Batu. Karena buah ini banyak terdapat di Tanjung Batu yang merupakan pusat kotanya Pulau Kundur. Jika telah datang musimnya maka orang pun berbondong-bondong untuk mencicipinya. Durian Tanjung Batu juga dikirim untuk dijual ke kota-kota terdekat seperti Batam, Karimun, dan Tanjung pinang, singapore.

Selain terkenal dengan duriannya, Pulau Kundur juga dikenal sebagai Penghasil Timah. Pengolahan timah terletak di Daerah Prayun. Jarak antara Tanjung Batu dengan Prayun dapat ditempuh selama lebih kurang satu setengah jam perjalanan. Setiap minggu kapal-kapal pengangkut timah pulang pergi ke Pulau Bangka yang juga merupakan salah satu penghasil timah terbesar.

Kesamaan antara Pulau Kundur dengan Pulau Bangka tidak hanya pada segi sebagai penghasil timah saja, tetapi juga dari segi tekstur kotanya pun tak jauh berbeda. Termasuk tekstur pantai di Pulau Bangka yang memilik banyak bebatuan granit besar, begitu juga halnya di Pulau Kundur.

Selain bersebelahan dengan Malaysia, Pulau Kundur juga berbatasan dengan Singapura. Jaraknya dapat ditempuh lebih kurang satu setengah jam perjalanan dengan menggunakan ferry. Walaupun tak semegah Pulau Batam, namun beberapa pelancong dari negeri Singapura tersebut tak segan untuk menyinggahi pulau ini. Kedekatan dengan kedua negara tersebut cukup mempengaruhi kondisi Pulau Kundur.

Mulai dari merk-merk makanan yang dikirim dari dua negara tersebut hingga siaran-siaran televisinya yang banyak menghiasi layar kaca disetiap rumah penduduk Pulau Kundur. Jika penduduk di Pulau Jawa hanya bisa menikmati kartun Doraemon dalam bahasa indonesia, namun masyarakat Pulau Kundur dapat menikmati kartun jepang tersebut dalam tiga versi bahasa, Mulai dari bahasa melayu yang ditayangkan salah satu stasiun televisi Malaysia dan bahasa mandarin yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi Singapura.

Pulau Kundur memang tidak sepopuler ‘kakaknya’, Pulau Batam. Namun kecintaan saya dengan tanah tempat saya tumbuh besar itu tak dapat tergantikan oleh daerah lain dimanapun. Karena segala mimpi, cita-cita, serta keceriaan masa kecil yang menyenangkan tertoreh di Pulau Kundur pada Khususnya dan Kabupaten Karimun Pada Umumnya.

Asalmuasal Nama Pulau Kundur Karimun Kepri

Cerita yang berkembang ditengah masyarakat tentang asaI-usul nama Kundur sangat bervariasi dan teridiri dari beberpa versi, namun demikian semua cerita itu tidaklah saling bertentangan, tetapi saling melengkapi dan justru dapat memperkaya khasanah kepusatakaan yang membicarakan tentang Kundur Ada beberapa versi tentang asal usul nama Pulau Kundur diantaranya adalah nama Kundur berasal dari nama sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah barat dan berdekatan dengan pulau Timun. Kedua pulau ini mempunyai legenda tersendiri. Diceritakan dahulu hidup seorang petani yang sangat berhasil dalam bercocok tanam, suatu hari sekembali dari kebunnya ia memikul hasil dari kebunnya yang berupa buah kundur dan buah timun, dalam perjalanan pikulannya patah sehingga bawaannya jatuh berserakan. Karena kesal, buah kundur dan timun itu dilempar ke laut, dan dari kedua buah tersebut muncullah Pulau Kundur dan Pulau Timun. Di wilayah Kecamatan Kundur ini juga terdapat desa yang bernama Desa Kundur.
Versi yang terakhir adalah karena bentuk Pulau Kundur yang menyerupai buah kundur, hal ini diyakini karena para nelayan yang mengelilingi pulau ini mengatakan bahwa bentuk pulau ini menyerupai buah kundur, bersumber dari sejarah Profil Kabupaten Karimun https://karimunkab.go.id/.



 SEJARAH TANJUNG BATU KUNDUR