Tanjung Batu Kundur yang Mendunia adalah -->
Cari Berita

Tanjung Batu Kundur yang Mendunia adalah

Wisatabos
Tuesday, October 6, 2020

 1. Buah Durian yang Mendunia di kundur 






Wisatabos.com Tanjung Batu kundur merupakan salah satu durian yang terkenal di negara Singapura dan Malaysia terutama Kepri salah satunya kenapa durian kundur mendunia karena cita rasanya yang khas asli Pulau kundur yang membuat warga negara Singapura dan Malaysia berbondong-bondong ke Tanjung Batu kundur atau Pulau kundur pada musim durian dan pernah saya lihat di Batam di pasar-pasar pinggir jalan Batam dan di mall Batam mereka memasarkan durian Tanjung Batu durian Tanjung Batu Pulau kundur dan juga saya lihat di mall Singapura mereka juga menjual durian Pulau kundur durian Tanjung Batu begitu hebatnya rasa durian Pulau jika sudah musim musim tiba hotel di Pulau kundur full diisi oleh wisatawan mancanegara dan dunia mereka berwisata di Pulau kundur.

menikmati pantai pantai yang ada di pulau kundur dan tak lupa juga durian Pulau kundur pantai yang eksotis di Pulau gundul membuat wisatawan merasa nyaman bahagia itu yang membuat Pulau kundur selalu didatangi wisatawan siapa yang tidak kenal dengan wisata Pulau kundur Pulau kundur adalah yang berada di Kabupaten Karimun provinsi kepulauan Riau Pulau kundur terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan kundur Kecamatan kundur barat Kecamatan Kundur Utara langsung berbatasan dengan provinsi Riau dengan Kabupaten Karimun dapat ditempuh dengan kapal laut dari Batam dapat ditempuh dengan kapal laut dengan perjalanan kurang lebih 1 jam dengan kapal cepat kapal cepat melalui pelabuhan Sekupang pulau batam.


2.Buah Nanas Pulau Kundur


Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepri, dibantu Tim Pakar Pendampingan Wilayah Perbatasan Kementerian Pertanian  terus berupaya mewujudkan kembali ekspor nanas Kundur ke negara tetangga. Ekspor sempat terhenti karena inkonsistensi pihak petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun Muhammad Affan mengatakan Nanas Kundur dan Durian Kundur sudah sangat terkenal di Malaysia dan Singapura.

“Ini merupakan potensi yang luar biasa untuk menjadikan Kundur sebagai salah satu daerah penghasil devisa negara, daerah penyuplai buah -buahan ke Malaysia dan Singapura,” kata Muhammad, Selasa (25/9).

Dengan pendampingan terus menerus, pada Oktober - November  rencananya Kundur akan kembali mengekspor nanasnya ke Singapura.

Upaya realisasi ekspor tersebut dilakukan dengan koordinasi antara Dinas Pertanian dan Kehutanan beserta PT Alamanda Sejati Utama. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun berkomitmen untuk membantu menjaga kontinuitas pasokan nanas. Di samping itu pemerintah daerah akan membantu menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam proses penanganan pascapanen buah nanas, di antaranya adalah bangunan untuk packing house. Bersama Koperasi Petani Nanas Kundur, Dinas Pertanian dan Kehutanan juga akan bertanggungjawab mulai dari pengumpulan nanas dari petani, proses sortasi, pengemasan hingga transportasi mulai dari petani hingga ke Jurong, Singapura.

Sedangkan Kementerian Pertanian pusat akan memberikan bantuan berupa peralatan yang diperlukan dalam proses penanganan pasca panen buah nanas serta membantu penyelenggaraan berupa bimbingan teknis (bimtek) bagi petani nanas dan pisang di pulau ini.

Sementara itu PT Alamanda akan menjadi pihak yang menerima dan bertanggung jawab terhadap distribusi dan pemasaran di Singapura. Perusahaan ini juga akan memandu para petani nanas agar produknya dapat memenuhi standar mutu dan kualitas yang diminta oleh pasar Singapura. Termasuk manajemen tanam untuk menjaga kontinuitas pasokan.

"Populasi tanaman sudah kami hitung. Luasan pertanaman dinilai sangat cukup yang mencapai lebih dari 100 ha. Malah inginnya kami bisa kirim per minggu 20 ton. Saat ini kesanggupan petani 20 ton per 2 minggu. Kamu berharap tidak hanya nanas yang akan diekspor namun juga akan menjajagi untuk ekpor pisang mas, karena disini juga sangat potensial,” ujar Deni dari PT Alamanda.

Ekspor nenas dan pisang dari daerah ini tentunya sebagai keberhasilan awal program LPBE (Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Daerah Perbatasan).

"Selama ini pemasaran buah - buahan dari Kundur berasal dari Batam. Melalui inisiasi program LPBE, ekspor nenas dan pisang akan langsung dari Kundur Karimun – Singapura,” tutur Direktur PPHH  Yasid Taufik.

Dalam pertemuan koordinasi persiapan ekspor nanas di Pulau Kundur, Jumat (212/9), antara Kepala Distanhut Kabupaten Karimun, Ketua Koperasi Tanjung Batu Jaya Karimun, Direktur PT Alamanda Sejati Utama dan Direktur PPHH  Yasid Taufik berharap kontinuitas tetap terjaga. Seperti diketahui harga kesepakatan di tingkat petani saat ini Rp3 ribu per kg.

"Antara petani dan pelaku usaha baik pihak koperasi maupun pihak PT. Amalanda perlu menyatukan semangat dan komitmen untuk terus bisa menjaga kontinuitas pasokan. Koperasi juga harus mampu menjadi eksportir mandiri sehingga harga yang diterima petani bisa lebih tinggi dari sekarang,

3.Kelapa Kundur Mendunia


Ditengah pandemi COVID-19 dan lesunya sektor ekonomi,ternyata tidak membuat PT.Saricotama Indonesia Kundur menyurut.

Dengan suport Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun perusahaan di Kundur ini kembali mengekspor 35 ton bungkil kelapa dan 5 ton air kelapa ke Malaysia.

Pelepas eksport komuditas kelapa dari PT Saricotama Indonesia Tanjungbatu Kundur Kabupaten Karimun di Lepas oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil dan pihak management Rabu (15/7/2020) sore.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, Ekspor yang dilakukan secara rutin setiap satu minggu itu tidak mengalami kendala meskipun mengalami sedikit penurunan dari segi harga.

Meskipun ditengah wabah Covid-19 saat ini, pihak PT Saricotama tetap semangat melakukan ekspor, ini yang harus kita dukung,”katanya.

Selain melepas ekspor komuditas kelapa, Jamil juga melepaskan eskpor komuditas lainnya seperti, kulit bakau ke Filiphina sarang burung walet, petai, alpukat, madu, pumpun dan komuditas lainnya ke luar negeri.

Jamil menambahkan, perusahaan eksportir di Karimun mampu melakukan pengiriman sebanyak empat kali dalam sepekan dengan estimasi mencapai 1.000 ton untuk setiap minggu.

“Satu minggu itu empat kali berangkat hampir 1.000 ton bahan kelapa kita kirim. Jadi kami atas arahan pak menteri tentu kedepan kalau bisa ini bahan setengah jadi minimal,”katanya.

Sementara itu, Bupati Karimu Aunur Rafiq mengatakan, pihaknya akan terus mendukung kegiatan ekspor komuditas pertaniaan dari Karimun itu keluar negeri.

“Kami menargetkan Karimun tanggung dari segala bidang. Di bidang industri kami sudah mencanangkan sebagai industri yang tangguh”kata Rafiq.

Rafiq menambahakan, PT Saricotama telah membuktikan bahwa salah satu perusahaan yang tanggung, sebab dimasa pandemi ini perusahaan tersebut masih mampu melakukan ekspor keluar negeri.

Sementara itu, Direktur PT Saricotama Indonesia Kundur, Hermanto mengatakan, meskipun harga komuditas pengiriman megalami bukngkil kelapa yang dieskport sedikit penuruan, namun hal itu tidak menjadi kendala untuk pengiriman keluar negeri.

“Penuruan hanya 10 persen, tak terlalu berpengaruh dan tidak ada kendala. Pengiriman tetap lancar satu minggu sekali,”ungkapnya.

Hermanto juga menyebutkan, komuditas kelapa di Kundur-Karimun diakui mengalami kekurangan, maka pihaknya juga menampung dan mengambil bahan bungkil kelapa dari daerah lain seperti Penyalai dan juga Guntung Provinsi Riau.