Kecamatan Moro Kabupaten Karimun Kepulauan Riau Surganya Wisata Mendunia -->
Cari Berita

Kecamatan Moro Kabupaten Karimun Kepulauan Riau Surganya Wisata Mendunia

Wisatabos
Wednesday, November 28, 2018

Kantor Camat Moro 

Ibukota Kecamatan Moro

Pelabuhan Moro 

Singkat Cerita MORO

Wisatabos.com Kecamatan Moro yang dikenal sekarang ini pada awalnya merupakan sebuah kecamatan sebagai bagian dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Riau. Saat itu, Kabupaten Kepulauan Riau terdiri dari 18 Kecamatan. Namun demikian, sejak tanggal 12 Oktober 1999 masuk wilayah Kabupaten Karimun. 

Kecamatan Moro yang memiliki pusat kegiatan di Moro mencakup satu kelurahan dan delapan desa. Menurut cerita pada awalnya letak kantor camat tidaklah seperti sekarang ini, karena kantor yang berada di Kecamatan Moro sudah mengalami tiga kali pemindahan lokasi. Hal ini dilakukan seiring dengan situasi pada masa lalu yang berhubungan dengan masa kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga yang berkedudukan di Pulau Penyengat. Untuk melihat asal-usul kecamatan Moro tidak terlepas dari masa kekuasaan kerajaan sebagaimana tersebut diatas, karena wilayah kecamatan ini adalah bagian dari wilayahnya. 

Sebelum orang mengenal Moro, yang dijadikan pemukiman pertama sekali adalah daerah Sulit. Daerah Sulit sekarang termasuk dalam desa Kaban, berbatasan dengan pulau Sugi Atas. Dikatakan daerah Sulit, karena untuk sampai didaerah ini biasanya berhadapan dengan gelombang yang sangat besar dan banyak batu yang terdampar, sehingga apabila musim angin utara banyak pelayaran yang melalui jalur ini mengalami kecelakaan dilaut. Masuk ke daerah Sulit juga tidak mudah karena banyak pulau-pulau yang ada di sekitarnya sehingga kalau tidak hati-hati atau hafal dengan lokasi daerah ini akan tersesat. 

Daerah Sulit inilah yang dijadikan perkampungan dan lahan pertanian oleh keluarga raja pada masa itu. Setelah daerah Sulit berkembang kemudian dibangunlah beberapa kantor seperti kantor Camat dan Kantor Polisi. Sedangkan yang menjadi Amir pertama kali adalah Raja Husin. Beliau adalah anak dari Raja Ja'far yang Dipertuan Muda, yang berkedudukan di Pulau Penyengat

Di daerah Sulit ini juga dijadikan suatu tempat perkampungan pertanahan oleh keluarga raja. Hal ini untuk mengantisipasi keadaan Iaut kepulauan, dimana sering terjadi perompakan, merampas harta benda kapéll-kapal oleh bajak Iaut atau lanon. Untuk menangkap dan merangkul mereka bukan suatu hal yang mudah, karena pada umumnya mereka setain ganas, memiliki ilmu ketangkasan juga ilmu kebatinan. Tidak sedikit {Mang yang mencoba menaklukkan mereka mengalami kegagalan atau tidak dapat kembali dengan selamat. 

Pada suatu ketika Raja Husin, Amir yang berkuasa pada masa itu dengan anaknya Raja Abdul Rahman mencoba masuk dan menaklukkan pata lanon tersebut dengan berbekal ilmu yang ada, Mereka mendatangi perkampunan lanon.

Ketika itu, ketua lanon sedang menyirat tali dengan Deralatan pisau yang sangat tajam. Begitu Raja Husin dan Raja Abdm Rahman memberi salam kepada ketua lanon tersebut ia melempar pisalJ ke arah Raja Husin dan Raja Abdul Rahman. Akan tetapi tidak mengenai mereka dan pisau itu tertancap ke benda lain (dinding). Seketika itu juga ketua lanon ini menyembah kepada Raja Husin dan Raja Abdul Rahman dengan menyatakan kekalahannya. Sejak saat itu ketua, ketua lanon dan pengikut-pengukutnya takluk kepada raja yang berkuasa pada Kerajaan Riau-Lingga, dan orang-orang ini dibimbing dalam agama Islam sertg1 masuk agama Islam. Mereka diberikan berbagai pelajaran yang berhubungan dengan agama Islam. 

Masjid Al-Aqsho di Moro
Selanjutnya mereka dilatih dengan ilmu bela diri di istana untuk melengkapi ilmu yang ada dan dijadikan kaki tangan lililn (pengawag kerajaan). Pada saat itu para lanon mengangkat sumpah setia kepada Raja dengan suatu upacara darah minum darah. Sumpahan itu dilakukan dengan cara membuat nasi kuning setinggi bubung rumah, dan disediakan satu baskom darah raja, satu baskom lagi darah Ionon, kemudian darah itu dimandikan kepada para lanon dengan sumpah setia kepada Raja dan keturunannya dari Kerajaan Riau-Lingga yang berkedudukan di Pulau Penyengat. Keturunan lanon tersebut sampai tujuh keturunan tidak boleh berkecil hati dan tidak boleh melakukan hal-hal yang jahat lagi. Menurm cerita para lanon tersebut berasal dari kampung Ladi. 

Oleh kerena Raja Husin dan Raja Abdul Rahman berhasil menaklukkan lanon, maka beliau berdua mendapat penghargaan dari Kerajaan Riau-Lingga berupa penghargaan bintang-bulan. Menurut keturunan dari Raja Husin dan Raja Abdul Rahman, tanda penghargaan itu berada di Tanjungpinang. 

Pusat pemerintahan kecamatan di daerah Sulit tidak bertahan lama karena telah terjadi suatu peristiwa yang mengakibatkan daerah ini menjadi daerah sumpahan. Menurut pandangan masyarakat di masa lalu sumpahan raja adalah makbul, sehingga daerah ini sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh penduduknya menuju daerah Iain dengan membawa harapan baru, semoga ditempat yang baru mereka dapat mengubah nasibnya. Peristiwa itu bermula pada saat Engku Hitam berkuasa d: daerah Sulit. Engku Hitam memilih seorang permaisuri yang bijak dan berilmu tinggi. la juga seorang pengarang. Seperti biasanya para panglima, alim ulama, cerdik pandai se|alu berkumpul di istana Engku Hitam. Kedatangan mereka memakai kapal yang pada masa itu disebut sekoci, tujuan mereka adalah memungut uang kancing (uang kas) dan dikumpulkan secara bersama-sama didaerah Sulit. 

Setetah berkumpul uang tersebut dimasukkan dalam peti besi Selanjutnya diserahkan ke Pulau Penyengat melalui Tanjungpinang Pada kesempatan itu para panglima dan cerdik pandai, menunggu.

Peninggalan Bersejarah Moro Antara Lain

  • Bukit Puake Segayong

Bukit Puake Segavung pada mesa lalu dianggap tempat perkampmgan raja-raja‘ Raja-Raja ini merupakan keturunan dari‘ anak. anak Raja Ja'far.Semula bukit ini dianggap tempat yang angker dan tidak ada yang berani mengganggu Puake (Penunggu) bukit yang berwujud ular besar‘ Di bukit ini juga tumbuh pohon Kamboja yang telah berumur lebuh 100 tahun. Guna menghindarkan ketakutan penduduk. pihak kerajaan Pulau Penyengat. memindahkan pusake ke Batu berlobang.

Selanjutnya bukitini dijadikan perkampungan. Bukit Puake Segayung pada saat ini telah berubah menjadi perkampungan penduduk. Sebagai bukti daerah ini punya latar belakang sejarah. dibukit ini terdapat makam pembesar-pembesar kerajaan yang memerintah di Mono. 

  • Gereja Katholik 

Gerega ini mempakan gereja katholik tertua di Kabupaten Karimun, bahkan d: Kepulauan Rau sebelum pemekaran. Oleh karena merupakan gereja Kathohk yang pertama kali di bangun di Kepulauan Riau. Gereja ini duesmnkan pendlnannya pada tanggal 3 Desember 1928. Pembangunan gereya mi dimaksudkan agar umat Khatolik dapat melaksanakan misa seam bersama-sama. Dasamping itu, mengingat umat Katholik pada waktu nu lebvh banyak di Moro jika dibandingkan daerah Iainnya di Kepulauan Ruau. Setahun setelah gereja berdin‘, Ialu dibangun pula dusampmgnya Sekolah Katholik. Gereja Katolik yang terdapat di Moro pada seat in: masm ben‘ungsi dan digunakan umat Katholik untuk acara~ amra keagamaan. Gereja ini terletak di Kelurahan Moro Kecamatan Moro Kabupaten Kan‘mun. 
Gereja Katholik Moro

  • Bukit Jepun 

Bukit Jepun merupakan sebuah daerah perbukitan. Karena bala tentara Jepang yang membuka daerah ini. maka disebut Bukit Jepun. Pada masa pendudukan Jepang. perbukitan ini dijadikan Benteng pertahanan oleh tentara Jepang. Setelah Jepang menyerah pada sekutu tahun 1945. orang-orang Tionghoa membangun kelenteng (Vihara) disini. Pada saat ini bukut Jepun sudah berubah fungsi menjadi pemukiman. Ada konotasi negatif terhadap bukit ini karena menjadi tempat prostitusi di Moro.


Sekilas Telunas Resorts


  • Surganya Wisata Mendunia Telunas Resorts

Telunas Moro Dari Ketinggian


  • Fasilitas Wisata Yang sangat Menyenangkan

Sesuana Telunas



Telunas Resorts Menyediakan

Wisatawan di jamu yang ada di pantai Telunas dan Restorannya adalah :


  • Hotel TV, AC dan Dapur Lengkap untuk beristirahat setelah beraktifitas.
  • Restoran yang sekaligus memiliki hotel.
  • Kamar Tidur, Kamar Mandi yang mantap.
  • disediakan Sarapan dan makan siang langsung dari Resort.
  • lapangan sepak bola, lapangan voli, lapangan rumput untuk beraktifitas.
  • Bermain beraktifitas alam.
  • Berenan di Pantai.
  • Snorkling di Air pantai Telunas.
  • Kapal yang di sediakan.
  • http://www.wisatabos.com